Halo Sobat Singa, Tahukah kamu? Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) berencana untuk meluncurkan rupiah digital, yang merupakan mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Rencana ini sejalan dengan tren global, di mana semakin banyak negara yang mengembangkan CBDC mereka sendiri.
Rupiah digital akan menjadi alat pembayaran yang sah di Indonesia, dan dapat digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembayaran online, offline, dan transfer uang. Rupiah digital juga akan dapat digunakan untuk pembayaran lintas batas negara.
Pengembangan rupiah digital memiliki beberapa tujuan, di antaranya :
BI telah meluncurkan White Paper pengembangan rupiah digital pada 30 November 2022. White Paper tersebut berisi laporan latar belakang dan rencana pengembangan CBDC Indonesia, yang diberi nama Proyek Garuda. Proyek Garuda akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan tahap pengembangan dan pengujian. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan tahap implementasi dan sosialisasi kepada masyarakat. BI menargetkan rupiah digital dapat diluncurkan pada tahun 2024. Peluncuran rupiah digital diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Berikut adalah beberapa manfaat potensial dari rupiah digital:
Pemerintah Indonesia berharap rupiah digital dapat menjadi alat pembayaran yang modern, efisien, inklusif, dan aman. Rupiah digital juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan daya saing global.